Orang tua mereka lebih senang apabila anak mereka bermain di rumah dengan fasilitas video game yang tersedia daripada bermain di luar rumah bersama teman-teman mereka, entah bermain “delikan”, “gobak sodhor”, atau bermain kelereng. Kegiatan bermain bersama teman membuat mereka lebih megenal dunia luas, nantinya lebih bisa memahami orang lain. Akan tetapi orang tua khawatir apabila anaknya salah dalam bergaul dan salah dalam memilih. Kekhawatiran inilah yang membuat sang anak tidak lagi bisa menikmati indahnya masa anak-anak mereka, sehingga mereka akan melampiaskannya pada masa yang seharusnya bukan lagi masa anak-anak, orang sering menyebut dengan istilah “manja”.
Efek dari perlakuan orang tua tersebut adalah sang anak menjadi orang yang apatis. Mereka tidak lagi perduli dengan keadaan di lingkungan sekitar mereka. Mereka tidak lagi perduli dengan keadaan sosial yang sedang terjadi di sekitar mereka, pikiran sang anak akan menjadi sempit dan tidak bisa berpikir kritis.
Keadaan seperti ini sangat mengkhawatirkan, karena mereka adalah calon penerus bangsa ini. Kalau tidak ada lagi yang perduli dengan bangsa ini, siapa lagi yang akan memperhatikan bangsa ini?
Pelajaran “memilih” memang harus diajarkan sejak dini, karena itu adalah suatu hal yang sangat penting. Jangan sampai mereka menjadi orang lain atau tidak menjadi diri sendiri. Sekarang ini sudah merdeka, jangan sampai anak-anak bangsa kita dijajah dengan keinginan orang tua yang selalu dengan dasar “demi masa depanmu”. Masa depan anak berada di tangan anak itu sendiri. Peran orang tua hanya mendampingi memilih, bukan untuk memilihkan.
4 komentar:
fotonya luar biasa
luarbiasa??
waakakaka... tu kan gw salah salah apa lagi... wasyem...
woooo tak pkir cepen lagii -____-
Posting Komentar